Tahi Sapi dan Keajaiban di Bawah Laut Donggala
"Tak lama kemudian, sesuatu bergerak di kejauhan. Bukan ikan, bukan penyu. Siluetnya besar dan bulat, lalu bergerak perlahan. Seekor dugong." “Bau apa ini?”Wawan, tuan rumah Karavea Dive Resort, meneriakkan pertanyaan itu. Suaranya yang keras memecah keheningan siang, sekaligus menyambut kedatangan Mars dan Sammy. Panas Donggala masih menempel di kulit, pun kami belum sempat benar-benar menyapa Pantai Tanjung Karang. Kami spontan saling pandang, lalu serempak menunduk, mengangkat sandal masing-masing, seperti sekelompok orang yang baru sadar sedang membawa aib di telapak kaki sendiri. Dan, benar saja, bau itu berasal dari sandal Sammy. Sisa ‘ranjau’ cokelat—kemungkinan besar tai sapi—menempel di solnya, lengkap dengan...
Read more











